Minggu, 10 Juli 2011

KONSISTEN TERHADAP KOMITMEN

Ini adalah sharing yang aku dapat dari temanku, Ezra Abraham Purba Dasuha, pada waktu komsel youth tanggal 25 Mei 2011 di GBI Menara Gracia. Karena aku sangat diberkati dengan sharing ini, jadi aku bagi ke kamu kamu kamu..

Siapa pernah nonton film "The Book of Eli"? Aku udah dong. (ih ga ada yang nanya gitu loh) Buku ini katanya sih menggambarkan keadaan dunia setelah pengangkatan, setelah Tuhan Yesus datang kedua kalinya. (i'm not sure, bukan bapak sutradara) Keadaan dunia pada saat itu kayak gurun pasir, orang-orang saling mencuri, menyakiti, bahkan membunuh demi mempertahankan hidup. Pokoknya kehidupan kacau banget deh, istilah kerennya 'parah beut'.


Eli yang berusaha mempertahankan hidup
Sumber: http://collider.com/the-book-of-eli-review/14237/


Nah si Eli ini memiliki tujuan untuk pergi ke Barat melindungi sebuah buku dan mengantarkannya sampai tujuan akhir. Di lain pihak, ada oknum yang berupaya untuk merebut buku itu soalnya gosip-gosip yang beredar, buku itu bisa dipakai untuk menguasai dunia.

Kalo mau lihat trailernya klik DISINI.

Tapi, sebenarnya yang mau dibahas bukan soal film ini teman-teman. Hehe.. (Nanti lengkapnya teman-teman nonton sendiri aja yaa..) Yang mau kita bahas adalah bagaimana bisa menjadi Eli yang konsisten menjalani tujuannya, walaupun diterpa badai. (cailah)

Roma 12:11 mengatakan (buka Bibel dulu)
"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."
Tuhan mau kita terus 'menyala-nyala' dalam melayani Dia. Bukan menyala-nyala mengeluarkan cahaya atau api gitu ya, ntar dikira kita jelmaan naga lagi. (fufufu) Artinya, kita mesti harus terus bersemangat dalam melayani Tuhan. Ada Amen?

Nah, sayangnya, kebanyakan anak Tuhan, termasuk aku (ampuni Tuhan *wish), bisanya ngomong doang. Buat komitmen untuk terus melayani Tuhan itu gampang banget, tinggal say it! Yang susah itu adalah konsisten terhadap komitmen kita itu.

Jadi, bagaimana supaya bisa terus 'menyala-nyala'?

Manusia itu dikatakan hidup karena 3 unsur: (1 Tesalonika 5:23)
1. Tubuh
Tubuh adalah unsur lahiriah manusia, unsur daging yang dapat dilihat, didengar, disentuh, dan sebagainya.
2. Jiwa
Jiwa adalah unsur batiniah manusia yang tidak dapat dilihat. Jiwa manusia meliputi beberapa unsur, pikiran, emosi (perasaaan) dan kehendak. Dengan pikirannya, manusia dapat berpikir, Dengan perasaannya manusia dapat mengasihi dan dengan kehendaknya, manusia dapat memilih.
3. Roh
Roh adalah prinsip kehidupan manusia. Roh adalah nafas yang dihembuskan oleh Allah ke dalam manusia dan kembali kepada Allah, kesatuan spiritual dalam manusia. Roh adalah sifat alami manusia yang 'immaterial' yang memungkinkan manusia berkomunikasi dengan Allah, yang juga adalah Roh.

Ketiga unsur ini dikenal dengan sebutan "TRIKHOTOMI". (http://www.sarapanpagi.org/tubuh-jiwa-dan-roh-vt794.html)


TRIKHOTOMI
Sumber: http://www.sarapanpagi.org/tubuh-jiwa-dan-roh-vt794.html

Ketiga unsur ini perlu diberikan asupan agar dapat terus bertahan. Kalau tubuh sudah jelas harus diisi dengan makanan agar bisa terus bertahan, gak jadi kerempeng n kekurangan gizi. Sementara kalau jiwa, biar gak stress dikasih hiburan. Dan untuk roh, kita perlu mengisinya dengan Firman Tuhan.

Nah, yang penting perlu kita ketahui adalah tubuh dan jiwa itu bisa kenyang, tapi Roh gak bisa kenyang. Kalau suatu waktu kita merasa puas dengan Firman-Firman yang kita terima berarti tanpa sadar kita mengandalkan jiwa kita untuk menangkap Firman Tuhan. Akibatnya kita akan merasa bosan dengan Firman-Firman Tuhan sehingga kita jatuh ke dalam dosa.

Terkadang itulah yang salah dalam pelayanan kita, kita berusaha untuk memuaskan jiwa kita dengan pelayanan. Namun bukan berarti memuaskan jiwa itu gak penting loh? Kadang-kadang itu pula yang dicari oleh jemaat. Namanya juga menarik jiwa kan? Bukan menarik roh. (kesannya gimanaaa gitu)

Lalu, apa yang menyebabkan api Roh kita padam: jawabannya singkat jelas dan padat, yaitu: dosa. (Read: Yesaya 59: 1-2)

Si Ezra menambahkan untuk kita para pelayan Tuhan, ada 2 hal yang seringkali memadamkan api Roh kita:

1. Kesombongan
Yaah.. Lucifer juga jatuh karena hal ini kan? Keinginannya untuk menyamai Tuhan. Untuk itu kita pelayan-pelayan Tuhan perlu berjaga-jaga terhadap hal ini. (Read: Yesaya 14:12-15)
Hati-hati dengan hatimu!

2. Kebencian
Bagaimana kita bisa sepenuh hati (menyala-nyala) dalam pelayanan kita, kalau kita sedang membenci orang lain. Tuhan juga bilang dalam Firman-Nya di Matius 5:23-24: "Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada di dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahan itu."

Teman-teman, buat komitmen itu gampang, tapi untuk konsisten terhadap komitmen kita? Sanggup? Harus. Karna kita anak-anak Allah.

Kalau hari-hari ini teman-teman sedang dalam keadaan sombong atau benci, saran pembawa sharing lebih baik mundur dulu. Mundur di sini bukan berarti keluar dari pelayanan loh? Mundur maksudnya minta ampun sama Tuhan dan selesaikan semua dosa-dosamu.

Kiranya tulisan ini memberkati kamu semua.

JBU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar